Jikustikan

Jikustik persembahkan Pentas 17 Tahun buat Jikustikan

Bertempat di depan gedung Mr.Margono Djoyokusuma Fakultas Ilmu Budaya UGM, Jikustik menggelar pentas 17 Tahun Jikustik bertema “Dapatkan Lebih dengan Berbagi” pada Minggu (9/6).

Bertempat di depan gedung Mr.Margono Djoyokusuma Fakultas Ilmu Budaya UGM, Jikustik menggelar pentas 17 Tahun Jikustik bertema “Dapatkan Lebih dengan Berbagi” pada Minggu (9/6). Mereka menyanyikan 17 lagu yang dibawakan dalam tiga bagian pementasan.Ke-17 lagu itu adalah Kau Menghilang, Aku Datang Untukmu, Pandangi Langit, Tetap Percaya, Pujaan Hati, Setia, Puisi, SKTD, Samudera Mengering, 1000 Tahun, Akhiri Ini dengan Indah, Untuk Dikenang, Untuk Cinta, Bahagia Melihatmu Dengannya, Tak Ada yang Abadi, Maaf serta Selamat Malam.

Pentas 17 Tahun Jikustik ini dihelat oleh dan untuk fans Jikustik yang disapa Jikustikan yang malam itu hadir 200-an Jikustikan dari Sukabumi, Jakarta, Tasikmalaya, Banjarnegara dan Yogyakarta menghangatkan pementasan.

Jikustik juga mengajak ke atas panggung penyanyi muda Jogja, Andien Tyas serta dua produser album pertama dan kedua Jikustik yaitu Andi Riyanto dan Rudi Wibowo. Andi Riyanto memainkan keyboard sedang Rudi Wibowo memainkan drum.

“Mereka membantu langkap pertama kita ke Jakarta, bekerjasama dengan Warner Musik untuk distribusi album. Kalau tidak bertemu mereka mungkin Jikustik tidak bisa seperti sekarang,” terang Adit, keyboardist Jikustik pada saat istirahat pementasan.

Jikustik membuka perjumpaan dengan Jikustikan dengan lagu pertama, Kau Menghilang seterusnya ada lagu Pandangi Langit. Pementasan berjalan hangat. Bryan, vokalis Jikustik mampu menjadi front man bersama Adit dengan baik.

Mereka mampu mengajak Jikustikan untuk selalu terlibat dalam pementasan mulai dari menyanyi bersama reffrent lagu-lagu Jikustik yang bagi para Jikustikan sudah hafal di luar kepala, hingga berbincang bersama tentang hal-hal diluar lagu seperti pertanyaan-pertanyaan Bryan kepada penonton.

Sebelum mengakhir pentas bagian pertama, Bryan memperkenalkan Bayu, bassist anyar Jikustik yang menggantikan Icha, penulis lagu Jikustik. Bayu sebelumnya bergabung dengan band bernama Bintang.

Pada kesempatan itu, Bryan menyampaikan permintaan dukungan terhadap karya-karya musik Jikustik di masa depan kepada Jikustikan yang hadir.

“Kita tahu Icha mengundurkan diri diganti bayu. Jangan melihat ke belakang siapa Jikustik yang dulu. Tetapi harus melihat ke depan.Jikustik mengingkan dukungan kalian untuk karya-karya berikutnya.

Setelah itu, Jikustik memperkenalkan penyanyi remaja cantik, Andien Tyas yang menciptakan lagu berjudul Puisi pada tahun 2010 untuk Jikustik.

Bryan dan Andien Tyas pun duet bersama diatas panggung. Usai berduet, Bryan tak lupa memberi pujian kepada Andien Tyas, “Semoga Andien bisa menjadi penyanyi seperti penyanyi Andien, penyanyi ibu kota itu.”

Pada bagian ketiga pementasan, beberapa Jikustikan naik ke panggung mendahului Bryan yang bersiap bernyanyi lagi. Jikustikan yang semua masih tampak remaja itu membawa kue ulang tahun dengan lilin berjumlah 17.

Salah satu dari Jikustikan itu, membacakan tulisan diary milik temannya yang malam itu tidak bisa melihat pementasan Jikustik. Tulisan diary itu berisi kecintaan penggemar kepada Jikustik . Pentas 17 Tahun berlangsung hangat namun juga meriah.

Suasana yang indah antara Jikustik dan Jikustikan inilah yang membawa Jikustik bisa tetap memiliki eksistensi hingga 17 tahun lamanya menghadapi segala persoalan yang muncul baik dari luar maupun dari dalam Jikustik sendiri.

“Jikustikan masih ingin kita berkarya walau penyanyi, penulis lagu berbeda tapi mereka ternyata masih tetap meminta kita berkarya,” ujar Adit.

Sumber : jogjanews

Comments

Most Popular

To Top

Powered by themekiller.com watchanimeonline.co